Rabu, 17 Juni 2009

RUMAH MINIMALIS


Gaya hidup masyarakat kota yang cenderung praktis dan efisien menjadi dasar desain rumah minimalis yang kini masih juga banyak diminati. Berbagai bentuk bangunan rumah, rumah toko, hotel, hingga apartemen mengambil bentuk gaya minimalis sebagai daya tarik konsumen.

Bentuk mengikuti fungsi. Rumah minimalis hadir dengan karakter lebih jelas (bentuk dan ruang geometris, sederhana), lebih baik (kokoh), dan lebih kuat dengan ruang-ruang yang kosong (sedikit ornamen dan perabotan). Gaya minimalis menjadi tujuan sekaligus ornamen itu sendiri yang sederhana dan murni. Garis lurus, bidang datar mulus terkadang kasar, dan pertemuan bidang serba siku tegak lurus. Blocking massa, material, pencahayaan, pengulangan, sirkulasi ringkas, optimalisasi multifungsi ruang dan berurut.

Pemakaian bahan efisien, praktis, ringan tapi kokoh, dan berteknologi tinggi. Beton ekspos polos atau bertekstur pada dinding rumah, jendela kaca lebar , atau bahkan tanpa sambungan. Rangka bangunan dari beton hingga baja. Atap dari genteng tanah liat, sirap, hingga pelat baja. Tangga melayang dari pelat dan tali baja, beton ringan, hingga tangga lipat.

Bahan kayu polos tanpa ornamen, hanya di-melamik, tetap banyak digunakan untuk kusen, daun pintu dan jendela. Kusen dari aluminium yang tahan lama juga sudah banyak dilirik. Pagar beton bertekstur, tembok daun sirih (potongan batu kali disusun bertingkat), hingga pagar tanaman yang memperlembut kekakuan bangunan.

Rumah minimalis menekankan bentuk desain rumah yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi ruang. Kesan minimalis hanya bagian esensial fungsi rumah yang tetap dipertahankan. Kreativitas dan inovasi perkembangan teknologi membuat rumah gaya minimalis akan terus berkembang lebih kompak, trendi, dan praktis, serta tetap menjadi pilihan favorit simbol baru masyarakat urban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action